TPP KECAMATAN KATOI
KABUPATEN KOLAKA UTARA
PELABUHAN PENYEBERANGAN KAPAL FERRY KOLAKA UTARA
DESA KATOI KECAMATAN KATOI KABUPATEN KOLAKA UTARA
PELABUHAN PENYEBERANGAN KAPAL FIBER KOLAKA UTARA
DESA KATOI KECAMATAN KATOI KABUPATEN KOLAKA UTARA
WISATA PARANGDATU
DESA UJUNG TOBAKU KECAMATAN KATOI KABUPATEN KOLAKA UTARA
KEINDAHAN TERUMBU KARANG WISATA PARANGDATU
DESA UJUNG TOBAKU KECAMATAN KATOI KABUPATEN KOLAKA UTARA
Sabtu, 29 Agustus 2026
Jumat, 28 Agustus 2026
FESTIVAL DUTA DESA Gen-Z 2026
Jakarta, mercuswara.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggagas program bertajuk Festival Duta Desa Gen Z sebagai bagian dari upaya melibatkan generasi muda dalam pembangunan desa di berbagai daerah. Program ini digagas dengan menggandeng publik figur Mandala Shoji, sejalan dengan semangat besar "Bangun Desa Bangun Indonesia" yang terus digaungkan Kemendes PDT.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi dan buka bersama dengan jurnalis di kediamannya, Senin (16/3/2026). Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Pengembangan Inovasi (BPI) Mulyadin Malik, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustomi Masik, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) Nugroho Setijo Nagoro, serta sejumlah staf khusus kementerian.
Yandri menjelaskan, Festival Duta Desa Gen Z ditujukan agar Generasi Z dapat terlibat langsung dalam mengembangkan potensi ekonomi dan pembangunan desa di berbagai daerah. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci penting untuk memaksimalkan potensi desa, mulai dari sektor desa wisata, desa ekspor, hingga sektor unggulan lainnya.
"Gen Z ini akan terlibat langsung untuk memaksimalkan potensi desa, seperti desa wisata, desa ekspor, dan lain sebagainya," kata Yandri.
Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar gimik semata, melainkan benar-benar diarahkan untuk menggali potensi desa sekaligus mendorong kreativitas Generasi Z dalam merancang gagasan pembangunan. Kemendes PDT bahkan berkomitmen memberikan pendampingan tidak hanya kepada para pemenang, tetapi juga kepada peserta yang belum terpilih, agar setiap gagasan tetap memiliki peluang untuk direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
"Sehingga setiap ide baik tetap memiliki kesempatan untuk diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa," ungkap Yandri.
Sementara itu, Mandala Shoji yang turut menggagas program ini menjelaskan bahwa Festival Duta Desa Gen Z merupakan ajang pemilihan anak muda Generasi Z yang memiliki kreativitas untuk memajukan desanya masing-masing. Ia mengungkapkan, festival ini rencananya akan digelar setelah Lebaran 2026, dengan turut menggandeng kalangan selebritas, influencer, serta tokoh masyarakat desa yang sudah lebih dulu berkontribusi nyata bagi kemajuan desanya.
"Pada 2026 ini Festival Duta Desa Gen Z akan kita selenggarakan setelah Lebaran. Kita juga akan menggandeng selebritas dan influencer, serta masyarakat desa yang sudah berkontribusi untuk desanya, kita ajak bersinergi untuk menjadi contoh," kata Mandala.
Program ini turut sejalan dengan rangkaian Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang secara rutin digelar Kemendes PDT dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional, mencakup beragam kategori lomba seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Inspiratif, Desa Digital, Desa Ekspor, hingga Festival Film dan YouTuber Desa. Melalui sinergi berbagai program tersebut, Kemendes PDT berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi anak muda demi mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (mercusuar)
Kamis, 13 Agustus 2026
Pelepasan Benih Udang Paname Jadi Langkah Baru Program Ketahanan Pangan Desa Simbula
Simbula — Pemerintah Desa Simbula bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Berkah Desa Simbula melaksanakan kegiatan pelepasan benih udang paname sebagai bagian dari pengembangan Program Ketahanan Pangan Desa.
Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya BUMDes Sumber Berkah mengelola budidaya ikan bandeng yang telah memasuki masa panen beberapa minggu lalu. Setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil budidaya tersebut, pengelola kemudian memilih budidaya udang paname sebagai alternatif usaha untuk mengoptimalkan potensi lahan dan meningkatkan produktivitas program ketahanan pangan desa.
Pelepasan benih udang paname diharapkan menjadi awal pengembangan usaha budidaya yang lebih produktif dan berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha oleh BUMDes.
Kepala Desa Simbula menyampaikan bahwa pergantian komoditas dari ikan bandeng ke udang paname merupakan bagian dari proses evaluasi dan upaya mencari pola budidaya yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Budidaya ikan bandeng yang sebelumnya kita laksanakan sudah dipanen. Dari hasil evaluasi, kita mencoba mengembangkan komoditas lain melalui budidaya udang paname. Harapannya, usaha ini dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan pendapatan desa,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola BUMDes Sumber Berkah menegaskan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan secara rutin terhadap benih yang telah ditebar. Pengelolaan yang baik, mulai dari kualitas air, pemberian pakan hingga pemantauan pertumbuhan, menjadi faktor penting untuk mencapai hasil panen yang optimal.
Program budidaya udang paname ini diharapkan dapat menjadi salah satu unit usaha produktif BUMDes Sumber Berkah Desa Simbula sekaligus memperkuat pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Desa secara berkelanjutan.
Dengan adanya evaluasi terhadap kegiatan sebelumnya dan keberanian untuk melakukan inovasi, Pemerintah Desa Simbula berharap budidaya udang paname dapat memberikan hasil yang lebih baik serta menjadi sumber manfaat ekonomi bagi desa dan masyarakat.
Kamis, 06 Agustus 2026
Penginputan Indeks Desa 2026 Se-Kecamatan Katoi, Targetkan Tuntas 100 Persen dan Terbit Berita Acara Desa
Katoi – Pemerintah desa se-Kecamatan Katoi bersama Tim Indeks Desa (ID) Tahun 2026 melaksanakan penginputan data Indeks Desa dengan pendampingan langsung dari Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh data yang diinput sesuai kondisi riil desa, memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan, serta dapat diselesaikan secara tepat waktu hingga terbit Berita Acara Desa.
Pendampingan dilakukan secara intensif kepada seluruh Tim Indeks Desa di setiap desa di Kecamatan Katoi. Setiap indikator diverifikasi secara cermat, didukung dengan dokumen pendukung yang valid, serta dilakukan pengecekan bersama sebelum data dikirim ke sistem Indeks Desa 2026.
Camat Katoi, Rusdin, S.Sos., M.M., mengapresiasi kerja sama seluruh pemerintah desa, Tim Indeks Desa, dan Pendamping Desa yang terus bersinergi dalam menyukseskan pelaksanaan penginputan Indeks Desa Tahun 2026.
"Indeks Desa merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur tingkat perkembangan dan kemandirian desa. Oleh karena itu, saya berharap seluruh pemerintah desa di Kecamatan Katoi dapat menyelesaikan penginputan data dengan baik, tepat waktu, dan sesuai kondisi yang sebenarnya. Saya mengapresiasi Pendamping Desa yang terus memberikan pendampingan sehingga target penyelesaian 100 persen hingga terbit Berita Acara Desa dapat tercapai," ujar Rusdin.
Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Katoi, Munirah, ST., menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh tahapan selesai dan tidak ada lagi desa yang mengalami kendala dalam proses penginputan.
"Kami berkomitmen mendampingi seluruh desa mulai dari proses pengisian indikator, verifikasi data, hingga penerbitan Berita Acara Desa. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, Tim Indeks Desa, dan pendamping, kami optimistis seluruh desa di Kecamatan Katoi dapat mencapai penyelesaian 100 persen," jelasnya.
Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kecamatan Katoi, pemerintah desa, Tim Indeks Desa 2026, dan Pendamping Desa, diharapkan seluruh proses penginputan dapat selesai sesuai jadwal. Data Indeks Desa yang akurat dan valid akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa, penentuan program prioritas, serta upaya meningkatkan status kemajuan desa di Kecamatan Katoi.
Selasa, 04 Agustus 2026
TP PKK Kabupaten Kolaka Utara Lakukan Pembinaan Persiapan Penilaian Lomba Desa 2026 di Desa Lambuno
LAMBUNO – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kolaka Utara melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Lambuno, Kecamatan Katoi, dalam rangka pembinaan dan monitoring persiapan menghadapi Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2026. Desa Lambuno dipercaya menjadi wakil Kecamatan Katoi pada ajang tahunan yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kolaka Utara beserta rombongan, Camat Katoi, Kepala Desa Lambuno, Ketua TP PKK Desa Lambuno, perangkat desa, kader PKK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, TP PKK Kabupaten melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian lomba desa. Mulai dari administrasi pemerintahan desa, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, pelayanan kepada masyarakat, kebersihan lingkungan, ketahanan pangan keluarga, inovasi desa, hingga pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan potensi lokal.
Ketua TP PKK Kabupaten Kolaka Utara (Dra. Hj. A. Nurhayani Nurrahman) mengatakan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan Desa Lambuno sebelum menghadapi tim penilai tingkat kabupaten. Menurutnya, Lomba Desa bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan desa.
"Lomba Desa bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan peran PKK dalam pemberdayaan keluarga, serta membangun sinergi seluruh elemen masyarakat. Kami berharap Desa Lambuno dapat menampilkan seluruh potensi terbaik yang dimiliki sehingga mampu memberikan hasil yang membanggakan bagi Kecamatan Katoi," ujar Ketua TP PKK Kabupaten Kolaka Utara.
Sementara itu, Camat Katoi (Rusdin, S.Sos., MM) menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh TP PKK Kabupaten Kolaka Utara kepada Desa Lambuno. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Katoi akan terus memberikan dukungan agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan maksimal.
"Desa Lambuno merupakan representasi Kecamatan Katoi dalam Penilaian Lomba Desa Tahun 2026. Karena itu, kami mengajak seluruh unsur pemerintah desa, PKK, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kekompakan serta terus melakukan pembenahan sesuai indikator penilaian. Semangat gotong royong menjadi modal utama untuk meraih hasil terbaik," ungkap Camat Katoi.
Kepala Desa Lambuno (Masykuri, SH., MH) menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai wakil Kecamatan Katoi. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan TP PKK Kabupaten akan menjadi bahan evaluasi dalam menyempurnakan seluruh aspek yang akan dinilai.
"Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan dan arahan yang diberikan oleh TP PKK Kabupaten Kolaka Utara. Seluruh perangkat desa, kader PKK, lembaga desa, dan masyarakat berkomitmen untuk terus bekerja sama melengkapi setiap indikator penilaian sehingga Desa Lambuno dapat tampil maksimal dan memberikan yang terbaik bagi Kecamatan Katoi," kata Kepala Desa Lambuno.
Selain melakukan pembinaan administrasi dan kelembagaan, rombongan TP PKK Kabupaten juga meninjau sejumlah lokasi yang menjadi objek penilaian, termasuk lingkungan permukiman, kegiatan pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan pekarangan, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Desa Lambuno bersama masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan seluruh kekurangan yang masih ditemukan dapat segera ditindaklanjuti sebelum pelaksanaan penilaian resmi. Dengan persiapan yang matang, Desa Lambuno diharapkan mampu menunjukkan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang berkualitas, serta semangat pemberdayaan masyarakat yang menjadi ciri khas pembangunan desa di Kecamatan Katoi.
Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kolaka Utara Tahun 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh desa untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kelembagaan desa, serta mewujudkan pembangunan yang partisipatif, mandiri, dan berkelanjutan.
Senin, 03 Agustus 2026
Dinas PMD Kabupaten Kolaka Utara melaksanakan Monitoring dan Evaluasi BUMDes se-Kecamatan Katoi
Katoi, Kolaka Utara – Dalam upaya meningkatkan tata kelola serta mendorong pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang profesional, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kolaka Utara melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) BUMDes se-Kecamatan Katoi. Kegiatan ini difokuskan pada evaluasi target capaian kinerja serta penyusunan dan pengelolaan laporan keuangan BUMDes sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan usaha desa.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Dinas PMD ini dihadiri oleh Camat Katoi, para Kepala Desa, Pengurus BUMDes se-Kecamatan Katoi, serta Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan Katoi. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan BUMDes di setiap desa.
Dalam pelaksanaannya, tim Dinas PMD Kabupaten Kolaka Utara melakukan penilaian terhadap perkembangan usaha yang dijalankan masing-masing BUMDes, capaian target kinerja, kelengkapan administrasi, hingga penyusunan laporan keuangan. Monitoring ini juga menjadi ruang pembinaan dan konsultasi bagi pengurus BUMDes untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan unit usaha.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Kolaka Utara (Dahring) dalam arahannya menegaskan bahwa BUMDes harus dikelola secara profesional agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
"Monitoring dan evaluasi ini bukan semata-mata untuk melakukan penilaian, tetapi merupakan bagian dari pembinaan agar seluruh BUMDes dapat berkembang lebih baik. Kami berharap setiap BUMDes memiliki target usaha yang jelas, administrasi yang tertib, serta laporan keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan tata kelola yang baik, BUMDes akan menjadi motor penggerak ekonomi desa dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes)," ujarnya.
Sementara itu, Camat Katoi (Rusdin) menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan oleh Dinas PMD menjadi momentum bagi pemerintah desa dan pengurus BUMDes untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha desa.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi sarana evaluasi sekaligus pembelajaran bagi seluruh pengurus BUMDes di Kecamatan Katoi. Diharapkan hasil monitoring ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja, memperbaiki administrasi, dan mengembangkan potensi usaha desa secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Camat Katoi.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Dinas PMD Kabupaten Kolaka Utara berharap seluruh BUMDes di Kecamatan Katoi semakin profesional dalam mengelola usaha, mampu menyusun laporan keuangan sesuai ketentuan, serta terus berinovasi dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan dapat menjadi pilar utama pemberdayaan ekonomi desa, menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara.
















