Pages

TPP KECAMATAN KATOI

KABUPATEN KOLAKA UTARA

PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN 2026

Integrasi Layanan Primer (ILP) Se-Kecamatan Katoi

PENYALURAN BLT DD 2026 DESA SIMBULA

Serah Terima BLT DD Tahap 1

KETAPANG 2025 DESA MARUGE

Penggemukan Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) BUMDes Matundu Jaya

KETAPANG 2025 DESA SIMBULA

Panen Perdana Ikan Bandeng Program Ketahanan Pangan BUMDes Sumber Berkah

Senin, 01 Juni 2026

Struktur Redaksi WebBlogspot TPP Katoi

 Penanggungjawab: Munirah, ST

Pemimpin Redaksi: Lanafidal Bahrun, S.Sos

Staf Redaksi: Muhammad Aqzar, S.Pd

                       Andi Masjono Rasjied, ST

Biro Desa:

1. Desa Lanipa-nipa - 

2. Desa Ujung Tobaku 

Selasa, 19 Mei 2026

OJT KPM SE-KECAMATAN KATOI TAHUN 2026

Katoi, 2026 — Kegiatan On The Job Training (OJT) bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kecamatan Katoi Tahun 2026 resmi dibuka oleh Ketua BKAD Kecamatan Katoi (Naswir). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan pemahaman para KPM dalam pelaksanaan pendataan dan pendampingan masyarakat di desa.

Acara pembukaan berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh para KPM dari seluruh desa di Kecamatan Katoi, pendamping desa, serta unsur pemerintah desa. Dalam sambutannya, Ketua BKAD Kecamatan Katoi, menyampaikan pentingnya peran KPM dalam mendukung program pembangunan desa, khususnya dalam bidang kesehatan, pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Beliau juga berharap melalui kegiatan OJT ini, para peserta dapat lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan secara maksimal.

“KPM memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah desa melakukan pendataan dan pendampingan masyarakat. Melalui OJT ini diharapkan seluruh peserta semakin profesional dan aktif dalam menjalankan tugasnya,” ujar Ketua BKAD Kecamatan Katoi saat membuka kegiatan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi terkait penggunaan aplikasi pendataan eHDW, teknik pendampingan masyarakat, serta praktik langsung penginputan data. Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab guna memperkuat pemahaman peserta.

Kegiatan OJT KPM Tahun 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerja KPM sehingga program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Katoi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

 

Minggu, 17 Mei 2026

PERESMIAN KOPERASI DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH 1061 UNIT

Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam acara yang dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan melalui pengembangan koperasi yang produktif dan terintegrasi.

Sebanyak 1.061 KDKMP yang mulai beroperasi tersebut terdiri atas 530 unit di Jawa Timur yang tersebar di tujuh kabupaten, serta 531 unit di Jawa Tengah yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Operasionalisasi koperasi tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan peninjauan fasilitas Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak yang dipandu oleh jajaran menteri terkait. Dalam peninjauan tersebut, Presiden melihat langsung kesiapan operasional koperasi, mulai dari sistem distribusi pangan, pengelolaan hasil pertanian, hingga dukungan infrastruktur bagi pemberdayaan masyarakat desa.

Usai peninjauan, acara peresmian dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan doa bersama. Suasana berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI-Polri, kepala daerah, serta para pengurus koperasi dari berbagai daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam laporannya menyampaikan bahwa peresmian ini bukan sekadar meresmikan bangunan fisik, melainkan menghadirkan instrumen keadilan ekonomi bagi masyarakat desa di Indonesia. Menurut Zulhas, KDKMP merupakan bentuk pelaksanaan ekonomi konstitusional, di mana negara hadir untuk memastikan rakyat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat utama pembangunan.

“Inilah wujud ekonomi konstitusional. Negara hadir bukan untuk segelintir kelompok, tetapi memastikan rakyat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat utama pembangunan. Itu selalu arahan Bapak Presiden kepada kami,” ujar Menko Zulhas.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP merupakan tonggak bersejarah bagi Indonesia. Kepala Negara menilai langkah tersebut menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya pemerintah mampu meresmikan ribuan koperasi yang telah siap beroperasi secara fisik lengkap dalam waktu yang relatif singkat.

“Hari ini adalah hari yang penting, adalah tonggak bersejarah. Saya kira kalau dicari di negara-negara lain pun, apalagi di sejarah bangsa kita, kalau kita cari ada suatu negara, suatu pemerintahan yang meresmikan operasionalisasi seribu lebih koperasi secara fisik, gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pickup, ada kendaraan tiga roda, saya kira hari ini cukup penting,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menyoroti kecepatan pembangunan program tersebut yang menurutnya berhasil diwujudkan kurang dari satu tahun sejak konsep awal dirancang. Bahkan, pembangunan fisik koperasi disebut baru dimulai sekitar November 2025 dan dalam waktu sekitar tujuh bulan pemerintah telah berhasil mengoperasionalkan 1.061 koperasi.

“Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi. Tetapi, tadi dilaporkan oleh Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000, 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem. Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo.